53 menit 49 detik

Betapa hari ini begitu kunikmati.. Bagaimana tidak… Sahabatku Rolita berkunjung ke Makassar setelah entah sudah berapa bulan dia meninggalkan kota kenangan ini, untuk bekerja di Tangerang.. dan pastinya dia sudah cukup lama tidak bersua denganku.. Sejak hari Rabu kemarin, Rolita sudah tiba di Makassar bersama orang tuanya.. Dasar nihhh anak.. sampe sekarang gak bisa juga kalo gak ada orang tuanya.. *Emang kamu nggak Ve??? Hehehehe*

Maka setelah jungkir balik liputan dan live di lapangan selama dua hari PEMILU, saya pun minta kebijakan untuk mengambil liburku di hari Sabtu dan Minggu, tidak seperti biasanya di hari Minggu dan Senin… Ini pun demi menyempatkan berkumpul dengan sahabatku di hari ini, karena esok siang, Lita *nama panggilan Rolita* akan kembali ke Tangerang lagi…

Hari ini kuhabiskan untuk bersenang-senang dengan Ayu, Rolita, dan Nuni.. Sayangnya Gita dan Immi tidak bisa ikut gabung untuk meramaikan kegilaan hari ini.. Wakakakak.. Secara yahhh Gita sudah di Gorontalo.. dan Immi sedang honeymoon di Bali.. Ouuuhhh Co cwiiittt… Sapa juga yang mau menukarkan waktu bulan madunya hanya untuk ngumpul sama cewek-cewek ceriwis seperti kami.. Hihihi..

Yappp.. Meskipun sempat tertawa riang bersama mereka, foto-foto narsis, plusss.. karaoke-an gak jelas dengan tiga orang sahabatku itu.. Selaluuuuu saja ada yang mengganjal di pikiran.. Hufff… Ini sudah menumpang di pikiranku sejak dua hari kemarin.. Dan penyebabnya hanya satuuuu.. Ihhhhh… Menyebalkan!!

Kenapa sih Ve gak bisa independent??? Kenapa harus selalu mengurusi mereka yang tidak pernah mau diurusi?? Mengapa begitu khawatir tanpanya?? Mengapa tidak berusaha tertawa lepas seperti yang mungkin saja dia lakukan jauh di sana..?? Mengapa tidak menikmati hidupmu dan lebih optimis bahwa masa depanmu akan indah pada saatnya…??

Mana Ve tau.. Seandainya Ve tau.. Gak mungkin Ve kadang uring-uringan.. Gak mungkin Ve terlihat murung.. Pasti kapanpun, dimanapun, dan dengan siapapun Ve akan tertawa lepas, lebih riang, lebih ringan melangkah, tidak kepikiran macam-macam.. Berusaha mencair dengan siapapun.. Tidak menjadi seseorang yang kaku seolah tidak menikmati hidup dengan lepas...

Dan saat sejuta pikiran itu berkecamuk dan berputar di kepalaku, sampe-sampe Ve gak konsen nonton DVD keren yang sedang di-play.. tiba-tiba saja deringan handphone-ku membuyarkan semua itu… Nama di layar handphone jelas membuatku mendengus kesal.. “Ahhh dia.. Kini apalagi...??”

Seperti biasa dan dengan nada suara yang sama yang mungkin selalu dia rindukan, atau bisa juga justru membuatnya mual, saya pun menjawab teleponnya.. Pembicaraan pun mengalir.. Akkhhh.. Lama-kelamaan justru menyenangkan.. Melunturkan sebagian niat protesku.. dan meskipun saya protes, tidak dengan nada melengking kayak ibu kost yang lagi omelin penghuni kostnya karena menunggak bayaran 4 bulan…

Yang terbersit hanya ‘rasa’ entah apa namanya, tapi memuatku tak ingin apa-apa selain memanfaatkan waktu menceritakan kebahagiaan yang kulewati sepanjang hari.. dan dia selalu setia mendengarkan *okeh.. kali ini dia benar.. mungkin saya KADANG ingin didengar, tapi ternyata masih banyak yang senang duduk di sampingku atau sekedar menerima telponku*..

Namun.. Saat itu.. saya hanya ingin mendengar tawa renyah itu.. Hanya ingin menciptakan sebuah moment dimana hanya itu yang kami bisa kenang saat kami sedang gundah dengan perasaan masing-masing… Saya tidak punya keberanian merusak gelak tawa kami.. Ataupun diam kami karena rindu ini sudah tidak bisa dibahasakan lagi..

Tak ingin sama sekali saya mengacaukannya dengan sejumlah kekecewaan yang kusimpan rapi satu per satu, bak baju dan celana yang tersusun rapi di lemari.. dan mungkin suatu saat apabila sudah full, maka bisa saja terhambur keluar.. Hummm.. Saya kadang merasa seperti itu, tapi entahlah.. setelah kesempatan tiba.. Seperti semuanya tetap terjaga rapi.. Saya lebih pilih diam… dan menikmati sensasi 'waktu' itu..

Uhmmm.. Selain menikmati sepanjang hari bersama sahabat-sahabatku.. Uhmm.. Terima kasih untuk 53 menit.. 49 detik yang kau berikan.. Mungkin esok.. tidak se-nikmat hari ini.. Tapi kata seorang kaka yang kaya akan kebijakan, kepadaku…..
“Selalu bersyukur Ve.. Maka dengan begitu, kau akan merasa cukup, dik..”

12 April 2009
00:58 wita

antara cappucino dan teh tarik

Hari off gini, gak biasanya saya nongkrong depan komputerku dan waktu masih menunjukkan pukul delapan malam… Namanya juga hari off, pastinya adalah hari dimana saya menghabiskan waktu dengan hal yang menyenangkan… Namun karena rasa capek dan lelah menyerangku lebih awal, jadilah aku kebingungan sendiri harus ngapain..

Pengennya sieeehhhh minum kopi *ngapamieee yang coffee addict*, tapi gak tau cara buatnya.. Eitttsss… Don’t think that I’m too stupid to make it.. Hanya saja gak bisa jamin rasanya se-nikmat kopi di Dg. Anas.. Ternyata kegiatan minum kopi teman-teman kantor di warung kopi yang dulunya kuanggap membuang-buang waktu, ternyata dapat menjadi kegiatan yang sayang untuk dilewatkan, apalagi saat sore bersambut..

Hummm.... Jujur yak, dulunya saya sangaaaattttt mmbenci yang namanya kopi.. Tiap kali saya meneguk secangkir kopi, seperti ada rasa aneh tertinggal di leherku, lalu tiba-tiba mengaktifkan alarm di kepalaku seolah tanda bahwa kepalaku akan mengalami pusing beberapa saat, jantung berdetak lebih cepat, yang akhirnya disusul dengan rasa mual, kemudian diakhiri dengan keringat dingin.. *Ve.. Kayaknya berlebihan banged deh.. Intinya kopi itu gak enak!!!!*

Saya bahkan geleng-geleng kepala melihat dua temanku Ayu dan Gita yang tampak luarnya cantik, feminim, wangi, dan masih banyak lagi yang gak penting.. *hihihihi*, yang merupakan pecinta kopi sejati, lebih tepatnya kopi susu atau bisa juga cappucino.. Tiap kali mengetahui mereka sedang menikmati secangkir cappucino, saya sering nyeletuk dengan kalimat, “Tinggal nambah sebatang rokok, asbak, dan koran, and both of you seem like totally a MAN!!”

Hahahahaha... Saya lebih senang dengan minuman teh, khususnya teh tarik.. Merupakan minuman dengan campuran teh dan susu, cara membuatnya pun
unik, yaitu dituang bolak-balik dalam wadah dan dalam jarak yang jauh, sehingga terkesan ditarik, dan akhirnya menghasilkan busa, tidak jauh beda dengan cappuccino kan.... Tapi tetep aja beda dongg… *maksudnyaaa*

Pertama kali saya menikmati teh tarik, saat saya mengerjakan tugas penelitianku di bangku kuliah dulu. Kebetulan saya melakukan penelitian di sebuah warung kopi yang cukup terkenal di Makassar.. Sekali mencoba, saya pun benar-benar kecanduan.. Hehehehe.. Konvensional banged yak.. Menurutku itu sangat aman dan nyaman..

Bagi saya.. Rasa teh yang sederhana dengan wangi yang khas, mampu mendamaikan perasaan seketika.. Kemudian campuran susu kental yang memberikan sensasi berbeda namun tidak se-“keras” caffeine, membuat saat-saat meneguknya menjadi begitu nikmat, tanpa ada rasa khawatir dengan caffeine yang berlebihan dan mempengaruhi kesehatan, ataukah pertanyaan mengapa rasanya agak pahit, atau mengapa rasanya tidak sebanding, dan pertanyaan aneh lainnya yang justru membuatku semakin panik...

Sementara cappuccino.. Okelah.. Memang minuman yang satu ini tidak 100% kopi, tapi tetap saja mengandung kopi.. Rasanya bagiku cukup “mengkhawatirkan”.. Saya menyebutnya sajian kopi modern, yapp nilai exclusive-nya tinggi dan sangat identik dengan mereka para workaholic. Mereka yang butuh kandungan caffeine sebagai tambahan “amunisi” yang mampu menambah semangad kerja dua kali lipat tanpa istirahat, hanya kerja.. kerja.. dan kerja..

Namun.. Seminggu terakhir ini.. Entah angin macam apa yang menyambarku... Tiba-tiba saja di suatu siang *halllahhhh kayak cerpen ajahhh*, sepulangku dari bank setelah antri selama 45 menit dan cukup menguji kesabaranku, saya memutuskan melakukan suatu hal yang tidak ingin kulakukan sebelumnya… Minum kopi or something which is contained of coffee..

Saya pun menyempatkan diri ke Excelco.. Salah satu unlike places karena sajian minumannya yang kebanyakan mengandung kopi.. But not for that day.. Sluurrrp.. Sluurrrp.. Emmm.. Sluurrrrpp… Ternyata lumayan juga rasanya.. 5 menit.. 10 menit.. 20 menit.. Hummm.. Nikmat juga rasanya…

Okey.. How we say that I am getting addict now.. Hehehehehe.. Yappp.. Ternyata rasa kopi lumayan juga, kopi susu yah.. Karena saya kayaknya belum mampu/berani menikmati kopi to’.. Bisa-bisa baru seteguk, rasa khawatirku sudah berlebihan. khususnya pada frekwensi detak jantungku dan nyut-nyut di kepalaku..

Saat ini saya kemudian mulai menganalogikan diriku dengan dua jenis minuman itu.. Dua minuman itu seringkali tersedia di satu tempat yang sama, warung kopi misalnya.. Namun dua minuman itu tetap memiliki rasa yang berbeda.. Teh tarik melambangkan sisi konvensional dalam diriku..

Diriku yang selalu menurut, yang selalu mengurungkan niatku membahagiakan diri dan lebih memilih untuk mendengar serta mematuhi, diriku yang berusaha berada di koridor yang benar, tidak senang dengan dunia gemerlap, ingin melakukan sesuatu dengan sempurna, berusaha menjadi kebanggaan..

Dannn cappuccino... Refleksi diriku yang haus akan kebebasan, yang tidak monoton dipagari dengan peraturan yang harus dipatuhi.. *intinya break the rules* Ingin lebih fleksibel dari sekedar menyapa kenalan baruku hanya dengan senyum, melakukan hal-hal yang membahagiakan diriku dan tidak hanya terpaku pada kerja untuk mencari duit, tapi kerja adalah bersenang-senang…

Mungkin sesekali keluar dari koridor demi menciptakan sensasi berbeda, bisa dilakukan.. Seperti.. Pulang kantor bisa hang out bareng teman dan pulang di atas waktu tengah malam... Salah??? Kesalahan?? Itu wajar Ve… Bahkan mengapa tidak mencoba melakukan banyak kesalahan, agar belajar lebih tegar dan belajar dari semua kesalahan itu..

Dan.. hidup ini sebuah proses… proses itulah yang terpenting demi sebuah tujuann… So.. Which one I have to choose cappuccino or teh tarik? Emmm… How about you, guys.. Which one do you prefer being for.. cappuccino or teh tarik????

05 April 2009
21:00 wita

untitled 15

Ehhhmmm.. Permissiii (whispering) How do I say this? Sebenarnyaaaaa saya pengen nulis banyak tentang perjalanan hariku.. Tapiii… Lagi gak ada spirit buat nulis.. Padahal kalo mau liat koleksi tulisan gak pentingku di tahun kemarin, hummm.. berlembar-lembar bowww… Kalo dijual di tukang loak, bisa beli satu indomi kari ayam + sebutir telur.. Okehh.. You may say, I am unconsistent girl.. The important thing that I always be the real me.. Deal??!

Mengenai saya?? Humm.. saya masih di tempat kerja yang dulu, sudah setahun lebih malah.. Meski tanpa kejelasan dan masih gitu-gitu ajah.. Pengen belajar banyak dengan suasana yang lebih menarik, but unfortunately that is not the right place I think.. Ve coba nikmati ajah apa yang sedang Ve jalani dan belajar bersyukur lebih banyak..

Gileeee.. Koq jadi wise banged yahh.. Hehehehe.. Emang Ve lagi cooling down alias mendinginkan kepala di bawah AC kamar yang naujubileehhh panas seharian.. Yang ada emosiii mulu.. Pengen marah-marah gak jelas… Sensi-lah pokoknya… Kalo bisa teriak.. Ve bakal teriakk sekuat tenaga.. *ehh.. Ve emang dorong lemari pake sekuat tenaga segala.. ntar pita suaranya putus lho.. diganti jdengan pita kaset, mau??*

Hubungan dengan dia?? Hummm.. No comment dulu deh.. Jangan ditanya dulu, Ve jadi mules banged nih.. Yang jelas ada nilai plus buat Ve dan dia.. Dan ternyata semua yang menyenangkan, emang fana yahh.. Gak ada abisnya dan gak ada puasnya.. Nuntut sana nuntut sini tanpa pernah bercermin.. *Bet ai louve it... kip lerning gituuww..*

Okehhhh.. Ganti topik.. Actually.. Ve sedang melakukan sesuatu.. Gak ngotot sihhh, tapi lumayan juga kalo misalnya berhasil.. Setidaknya ada peluang terbuka lagi, hanya saja orang di sekitarku mau gak yah nerima itu?? Uffff… Mau mencoba sesuatu yang baru, sekedar memberi warna bagi diriku yang kayaknya getting grey..

Anyway.. Tulisan pembukaku gak begitu menarik.. Maklum lagi kacauuu banged.. But it’s okay… I’ll be fine.. Juz need time.. And see you so on…

03 April 2009
23:25 wita